Kamis, 27 Maret 2014

Semua ada hikmahnya, tapi kadang kita telat menyadarinya....

Dokter (yang masih) kecil
Terus terang, dulu saat saya kecil saya pengen jadi dokter. Saat SD dan SMP, saya masuk dalam barisan "dokter kecil" yang merupakan duta kesehatan tiap sekolah. Ketika di SMA, salah satu ekstra kurikuler yang saya pilih adalah Palang Merah Remaja (PMR). Entah mengapa, saat itu bayangan jadi dokter begitu indah dan menyenangkan.
 

Galau...
Menginjak kelas 3 SMA, pandangan tentang masa depan seketika berubah. Bayangan tentang dunia kerja sudah mulai muncul di pikiran. Keinginan jadi dokter seketika sirna gara2 ditanyain Mbak Norma (sekarang ketua PP Nasyiatul Aisyiyah) besok mau ke mana. Ketika saya menyebutkan cita-cita saya jadi dokter, beliau mengatakan bahwa dokter sudah ada di mana-mana. Mbok yang lain saja.

Rasa yang pernah ada....
Walaupun tidak langganan koran, bapak saya sering membeli koran KR. Ndilalah ketika itu ada iklan yang selalu catchy di mata saya, yaitu iklan dari IMKI (Institut Manajemen Komputer Indonesia). Entah mengapa, ketika melihat iklan mereka di KR, ada sebuah perasaan yang seketika itu membuncah (halah...). Dan ketika melihat KR, maka keinginan saya pertama kali adalah mencari iklan IMKI (hahaha...).

Saat itu akhirnya tiba...
Di sebuah ruang bersejarah di salah satu sudut Fakultas Kehutanan UGM, saya mencoba memantapkan hati saya untuk memilih. Dan, bismillah, pilihan pertama itu jatuh pada Ilmu Komputer UGM, dan di jurusan itulah akhirnya saya memulai titian hidup saya.

Mencoba meresapi....
Akhir-akhir ini, entah kenapa, tiba2 saya ingat dengan cita-cita saya dulu sebagai dokter. Saya coba othak athik mathuk kenapa kok Allah memberikan ilmu komputer dan informatika sebagai jalan hidup saya (meskipun akhirnya saya juga bergerak di bidang informatika medis juga.... lagi2 kedokteran... hehehe). Setelah saya mencoba meresapi bagaimana menjalani hidup saya di bidang informatika ini, saya sadar bahwa memang inilah passion saya. Seandainya saya dokter, maka saya harus menghafal berbagai bagian tubuh yang njlimet, hafal gejala penyakit, dan sebagainya, dan itu bagi saya sulit sekali, karena saya susah menghafal (sering lupa). Sebagai orang informatika, saya tidak bisa tenang kalau ada bagian dari koding saya yang masih kurang, bahkan saking tidak tenangnya, sering terbawa mimpi juga (ssssttttt.... pernah juga Allah kasih ide lewat mimpi lho... besoknya tak coba ternyata berhasil... hahahha).

Semua memang ada hikmahnya. Hanya saja kadang kita sadarnya di akhir.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar